Sabtu, 19 April 2014

MACAM-MACAM VITAMIN



Vitamin diperlukan dalam proses metabolisme dalam tubuh.
Oleh karena itu makanan yang kamu konsumsi setiap hari
harus mengandung vitamin dalam jumlah yang cukup.
Kekurangan vitamin dapat menyebabkan penyakit avitaminosis.

Berdasarkan kelarutannya, vitamin dibedakan menjadi dua kelompok yaitu sebagai berikut:
1) Vitamin yang larut dalam air, antara lain vitamin B1, B2, B6, B12, dan C.

a) Vitamin B1 (tiamin), berfungsi untuk mengatur
metabolisme karbohidrat dan kadar air dalam tubuh.
Sumbernya adalah hati, jantung, ginjal, ragi, daging
sapi, dan kacang-kacangan. Kekurangan dapat
menyebabkan beri-beri.

b) Vitamin B2 (riboflavin), berperan dalam respirasi sel.
Sumbernya adalah susu, daging ayam, telur, padipadian,
sayuran berhijau daun, kacang-kacangan, dan
ragi. Kekurangan dapat menyebabkan keliosis yaitu
luka di sudut mulut dan penglihatan menjadi kabur
karena lensa mata mengeruh.

c) Vitamin B6 (piridoksin), berfungsi dalam pembentukan
sel darah dan kerja saraf. Sumbernya adalah
kecambah, gandum, kacang-kacangan, pisang, sayur,
alpukat, hati, dan ikan. Kekurangan dapat menyebabkan
anemia dan kejang-kejang.

d) Vitamin B12 (sianokobalamin), berfungsi untuk
mencegah kurang darah. Sumbernya adalah daging,
telur, dan susu. Kekurangan dapat menyebabkan
anemia karena pembentukan eritrosit terhambat.

e) Vitamin C, untuk mengaktifkan perombakan
protein, lemak, pembentukan trombosit dan mempengaruhi
kerja kelenjar anak ginjal. Sumbernya
adalah sayuran dan buah-buahan segar, misalnya
jeruk, stroberi, dan tomat. Kekurangan vitamin C
dapat mengakibatkan skorbut yaitu pendarahan pada
gusi, di bawah kulit, dan usus.

2) Vitamin yang tidak larut dalam air, antara lain vitamin A, D, E, dan K.

a) Vitamin A (aseroftol), diperlukan untuk kesehatan
mata karena membantu proses penerimaan rangsang
cahaya oleh sel batang di retina dan kehalusan kulit.
Sumbernya adalah hati, kuning telur, minyak ikan,
sayuran hijau tua, dan buah-buahan berwarna kuning
tua (jingga). Kekurangan dapat menyebabkan rabun
senja (hemeralopi), kornea mata rusak (keratomalasi),
dan kulit menjadi bersisik.

b) Vitamin D (anti rakitis), untuk meningkatkan
penyerapan zat kapur, mengatur kadar kapur, dan
mempengaruhi proses penulangan. Sumbernya
adalah kuning telur, susu, mentega, ikan, hati, dan
minyak ikan. Kekurangan dapat mengakibatkan
rakitis yaitu proses penulangan terganggu.

c) Vitamin E (tokoferol), untuk mencegah pendarahan
dan kemandulan. Sumbernya adalah margarin,
kecambah, minyak selada, dan kacang hijau.
Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan kemandulan,
keguguran atau pendarahan pada ibu hamil, juga dapat
menyebabkan layuhnya otot karena saraf penggerak rusak.

d) Vitamin K, berperan dalam pembekuan darah. Sumbernya
adalah sayuran berwarna hijau, kedelai, tomat, dan
kol. Vitamin K dapat dihasilkan sendiri oleh tubuh di
dalam usus besar dengan bantuan bakteri Escherichia coli.
Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan gangguan
proses pembentukan protrombin dalam hati sehingga
darah sukar membeku bila terjadi luka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar