Sabtu, 19 April 2014

Bagaimana Angin Bertiup?

Seperti kita ketahui, angin adalah udara yang bergerak dari satu tempat ke tempat
lainnya. Angin berhembus dikarenakan beberapa bagian bumi mendapat lebih banyak
panas Matahari dibandingkan tempat yang lain. Permukaan tanah yang panas membuat
suhu udara di atasnya naik. Akibatnya udara mengembang dan menjadi lebih ringan.

Karena lebih ringan dibanding udara di sekitarnya, udara akan naik. Begitu udara panas
tadi naik, tempatnya segera digantikan oleh udara di sekitarnya, terutama udara dari atas
yang lebih dingin dan berat. Proses ini terjadi terus menerus. Akibatnya kita bisa merasakan
adanya pergerakan udara atau yang kita sebut angin.

Angin dan Tekanan Udara
Berat udara di atas permukaan tanah menghasilkan daya tekan ke bumi. Inilah yang
disebut tekanan udara. Udara yang mengembang menghasilkan tekanan udara yang lebih
rendah. Sebaliknya, udara yang berat menghasilkan tekanan yang lebih tinggi.
Angin bertiup dari tempat yang bertekanan tinggi menuju ke tempat yang bertekanan
rendah. Semakin besar perbedaan tekanan udaranya, semakin besar pula angin yang
bertiup. Rotasi bumi membuat angin tidak bertiup lurus. Rotasi bumi menghasilkan coriolis
force yang membuat angin berbelok arah. Di belahan bumi utara, angin berbelok ke kanan,
sedangkan di belahan bumi selatan angin berbelok ke kiri.

Untuk keperluan ilmu pengetahuan, khususnya mengenai Metereologi dan Geofisika
diperlukan suatu alat yang dapat mengukur kecepatan angin dan mengukur tekanan udara.
Alat tersebut sudah ada. Alat untuk mengukur kecepatan angin disebut anemometer dan
alat untuk mengukur tekanan udara disebut barometer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar