Kebotakan rambut menjadi salah satu masalah yang bisa mengurangi rasa percaya diri, baik pada wanita maupun pria. Selain itu, masalah kebotakan rambut juga dipengaruhi oleh faktor kesehatan. Penasaran? Nah, berikut adalah lima penyebab kebotakan rambut yang harus Anda ketahui. Yuk simak ulasan menariknya!
1. Penggunaan obat-obatan
Jika Anda secara teratur mengonsumsi obat-obatan seperti pil KB, pil diet, obat tiroid, obat anti-inflamasi non-steroid, obat penurun kolesterol, obat radang sendi, obat maag, dll, Anda akan berisiko menderita kebotakan rambut. Selain itu, penipisan rambut juga bisa disebabkan oleh prosedur pengobatan seperti kemoterapi.
2. Pola makan yang buruk
Kekurangan vitamin dan nutrisi dapat mempengaruhi pertumbuhan rambut. Kekurangan vitamin B dan zat besi akan membuat rambut mudah rusak dan rontok. Juga, jika Anda sering makan makanan berlemak, hal itu akan mendorong timbunan plak kolesterol dan penipisan pembuluh darah. Hal ini pada gilirannya akan menghambat pasokan oksigen dan nutrisi yang tepat untuk rambut.
3. Sindrom ovarium polikistik
Penipisan rambut juga bisa menjadi gejala dari sindrom ovarium polikistik (PCOS). Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon yang mungkin berdampak pada pertumbuhan rambut berlebih di wajah dan bagian tubuh lainnya, sedangkan rambut di kulit kepala mulai menipis atau rontok.
4. Alasan hormonal
Ketidakseimbangan hormon menjadi salah satu alasan penyebab rambut rontok. Mengonsumsi pil KB, hamil, dan terapi hormon dapat membuat rambut menipis atau rontok. Selain itu, penipisan rambut juga bisa dilatarbelakangi alasan genetik. Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan masalah penipisan rambut, Anda berada pada risiko lebih tinggi menderita penyakit yang sama.
5. Penuaan
Penuaan memiliki peran besar dalam masalah penipisan rambut. Ketika usia Anda bertambah tua, proses pertumbuhan rambut Anda akan melambat. Seiring dengan bertambahnya usia, produksi estrogen pada wanita akan menurun. Ini akan semakin memperparah penipisan rambut.
Itulah lima penyebab kebotakan rambut yang harus Anda ketahui.
Sabtu, 12 Juli 2014
Jumat, 11 Juli 2014
Hipertensi dan Anemia
Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala. Meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejala penyakit hipertensi yang dimaksud yaitu sakit kepala, pendaraqhan dari hidung, pusing, wajah kemerahan, dan kelelahan. Padahal, gejala tersebut bisa terjadi pada penderita hipertensi maupun pada seseorang dengan tekanan darah normal.
Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak napas, gelisah dan pandangan menjadi kabur karena kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal. Gejala penyakit hipertensi bervariasi pada masing-masing individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Gejala-gejalanya itu adalah :
• Sakit kepala
• Jantung berdebar-debar
• Sulit bernapas setelah berkerja keras atau mengangkat beban berat
• Mudah lelah.
• Penglihatan kabur
• Wajah memerah
• Hidung berdarah
• Sering buang air kecil, terutama di malam hari
• Telinga berdening (tinnitus)
• Dunia aterasa berputar (vertigo)
Cara terbaik memastikan gejala penyakit hipertensi adalah dengan melakukan pengukuran tekanan darah. Tekanan darah adalah kekuatan darah mengalir di dinding pembuluh darah yang keluar dari jantung (pembuluh arteri) dan yang akan kembali ke jantung (pembuluh balik).
Sedangkan Anemia atau kurang darah adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.
Akibat dari anemia adalah transportasi sel darah merah akan terganggu dan jaringan tubuh si penderita anemia akan mengalami kekuranga oksigen guna mengahasilkan energi. Maka tidak mengeherankan jika gejala anemia ditunjukan dengan merasa cepat lelah, pucat, gelisah, dan terkadang sesak. Serta ditandai dengan warna pucat di beberapa bagian tubuh seperti lidah dan kelopak mata.
Penyebab umum dari anemia antara lain; kekurangan zat besi, pendarahan usus, pendarahan, genetik, kekurangan vitamin B12, kekuarangan asam folat, gangangguan sunsum tulang.
Gejala Anemia (Kurang Darah)
Berikut adalah beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Anda mengalami anemia, seperti dilansir Boldsky.
1. Kelopak Mata Pucat
Sangat mudah untuk mendeteksi anemia dengan melihat mata. Ketika Anda meregangkan kelopak mata dan memperhatikan bagian bawah mata. Anda akan melihat bahwa bagian dalam kelopak mata berwarna pucat.
2. Sering Kelelahan
Jika Anda merasa lelah sepanjang waktu selama satu bulan atau lebih, bisa jadi Anda memiliki jumlah sel darah merah yang rendah. Pasokan energi tubuh sangat bergantung pada oksidasi dan sel darah merah Semakin rendah sel darah merah, tingkat oksidasi dalam tubuh ikut berkurang.
3. Sering Mual
Mereka yang menderita anemia seringkali mengalami gejala morning sickness atau mual segera setelah mereka bangun dari tempat tidur.
4. Sakit kepala
Orang yang mengalami anemia sering mengeluh sakit kepala secara terus-menerus. Kekurangan darah merah membuat otak kekurangan oksigen. Hal ini sering menyebabkan sakit kepala.
5. Ujung Jari Pucat
Ketika Anda menekan ujung jari, daerah itu akan berubah jadi merah. Tetapi, jika Anda mengalami anemia, ujung jari Anda akan menjadi putih atau pucat.
6. Sesak napas
Jumlah darah yang rendah menurunkan tingkat oksigen dalam tubuh. Hal ini membuat penderita anemia sering merasa sesak napas atau sering terengah-engah ketika melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan.
7. Denyut Jantung Tidak Teratur
Palpitasi adalah istilah medis untuk denyut jantung tidak teratur, terlalu kuat atau memiliki kecepatan abnormal. Ketika tubuh mengalami kekurangan oksigen, denyut jantung meningkat. Hal ini menyebabkan jantung berdebar tidak teratur dan cepat.
8. Wajah Pucat
Jika Anda mengalami anemia, wajah Anda akan terlihat pucat. Kulit juga akan menjadi putih kekuningan.
9. Rambut rontok
Rambut rontok bisa menjadi gejala anemia. Ketika kulit kepala tidak mendapatkan makanan yang cukup dari tubuh, Anda akan mengalami penipisan rambut dengan cepat.
10. Menurunnya Kekebalan Tubuh
Ketika tubuh Anda memiliki energi yang sangat sedikit, kekebalan atau kemampuan tubuh untuk melawan penyakit ikut menurun. Anda akan mudah jatuh sakit atau kelelahan.
Penyebab & Faktor Risiko
Darah terdiri dari plasma dan sel. Ada tiga jenis sel darah:
1. Sel darah putih (leukosit). Sel darah ini berguna untuk melawan infeksi.
Platelets / keping darah. Sel darah ini membantu membekukan darah saat terluka.
Sel darah putih (eritrosit). Sel darah merah ini membawa oksigen dari paru-paru melalui aliran darah menuju otak dan organ serta jaringan lain.
2. Tubuh memerlukan suplai oksigen untuk berfungsi. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang merupakan protein yang kayak dengan zat besi yang memberikannya warna merah.
3. Banyak sel darah diproduksi oleh sumsum tulang belakang. Untuk dapat memproduksi sel darah merah dan hemoglobin, tubuh anda membutuhkan zat besi, mineral, protein dan vitamin lainnya dari makanan yang anda makan.
Penyebab Anemia (Kurang Darah)
Anemia terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu sedikit sel darah merah, kehilangan terlalu banyak sel darah merah atau mematikan sel darah merah lebih banyak daripada menggantinya. Beberapa jenis anemia dan penyebabnya adalah:
» Iron deficiency anemia
Penyebab anemia jenis ini adalah kekurangan zat besi di tubuh. Sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak akan memproduksi cukup hemoglobin untuk sel darah merah.
» Vitamin deficiency anemia
Sebagai tambahan dari zat besi, tubuh juga membutuhkan folat dan vitamin B-12 untuk menghasilkan cukup sel darah merah. Asupan makanan yang rendah zat tersebut dan nutrisi penting lain dapat menyebabkan penurunan produksi sel darah merah. Sebagai tambahan, beberapa orang tidak dapat dengan efektif menyerap vitamin B-12.
» Anemia of chronic disease
Penyakit kronis tertentu, contohnya kanker dan HIV/AIDS. Dapat mempengaruhi produksi sel darah merah, menghasilkan anemia kronis. Gagal ginjal juga dapat menyebabkan anemia.
» Aplastic anemia
Jenis ini sangat jarang terjadi dan merupakan kondisi yang mengancam jiwa. Ini disebabkan oleh berkurangnya kemampuan sumsum tulang belakang untuk menghasilkan ketiga jenis sel darah. Penyebabnya tidak diketahui.
» Anemias associated with bone marrow disease
Kondisi seperti leukemia dan myelodysplasia dapat menyebabkan anemia yang menyebabkan produksi darah di sumsum tulang belakang berkurang.
» Hemolytic anemias
Ini terjadi ketika sel darah merah hancur lebih cepat dan sumsum tulang belakang tidak mampu mengimbanginya dengan menghasilkan sel darah merah pengganti. Penyakit tertentu seperti gangguan pada darah dapat menjadi penyebab. Serta gangguan autoimun tubuh dapat menyebabkan tubuh menghasilkan antibodi terhadap sel darah merah sehingga menghancurkan sel darah merah.
» Sickle cell anemia
Jenis anemia ini disebabkan oleh kecacatan bentuk hemoglobin yang membuat sel darah merah terbentuk seperti sabit. Sel darah merah ini mati secara prematur dan menyebabkan kondisi kronis kurangnya sel darah merah.
» Anemia lain
Anemia jenis ini berbeda dari yang lain, antara lain thalassemia dan anemia yang disebabkan oleh kecacatan hemoglobin.
Faktor risiko terkena anemia
Beberapa faktor yang mungkin meningkatkan peluang terjadinya anemia antara lain:
• Rendahnya asupan gizi pada makanan.
• Gangguan kesehatan usus kecil atau operasi yang berkenaan dengan usus kecil.
• Menstruasi.
• Kehamilan.
• Kondisi kronis seperti kanker, gagal ginjal atau kegagalan hati.
• Faktor keturunan.
Infeksi tertentu seperti gangguan pada darah dan autoimun, terkena racun kimia, dan menggunakan beberapa obat yang berpengaruh pada produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia.
Risiko lain adalah diabetes, alkohol dan orang yang menjadi vegetarian ketat dan kurang asupan zat besi atau vitamin B-12 pada makanannya.
Pencegahan Penyakit Anemia
Banyak jenis anemia tidak dapat dicegah. Tapi anda dapat membantu menghindari iron deficiency anemia dan vitamin deficiency anemias dengan makanan sehat yang mengandung:
1. Zat besi
Dapat ditemukan pada daging. Jenis lain adalah kacang, sayuran berwana hijau gelap, buah yang dikeringkan, dan lain-lain.
2. Folat
Dapat ditemukan pada jeruk, pisang, sayuran berwarna hijau gelap, kacang-kavangan, sereal dan pasta.
3. Vitamin B-12
Vitamin ini banyak terdapat pada daging dan susu.
4. Vitamin C
Vitamin C membantu penyerapan zat besi. Makanan yang mengandung vitamin C antara lain jeruk, melon dan buah beri.
Makanan yang mengandung zat besi penting untuk mereka yang membutuhkan zat besi tinggi seperti pada anak-anak, wanita menstruasi dan wanita hamil. Zat besi yang cukup juga penting untuk bayi, vegetarian dan atlet.
Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak napas, gelisah dan pandangan menjadi kabur karena kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal. Gejala penyakit hipertensi bervariasi pada masing-masing individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Gejala-gejalanya itu adalah :
• Sakit kepala
• Jantung berdebar-debar
• Sulit bernapas setelah berkerja keras atau mengangkat beban berat
• Mudah lelah.
• Penglihatan kabur
• Wajah memerah
• Hidung berdarah
• Sering buang air kecil, terutama di malam hari
• Telinga berdening (tinnitus)
• Dunia aterasa berputar (vertigo)
Cara terbaik memastikan gejala penyakit hipertensi adalah dengan melakukan pengukuran tekanan darah. Tekanan darah adalah kekuatan darah mengalir di dinding pembuluh darah yang keluar dari jantung (pembuluh arteri) dan yang akan kembali ke jantung (pembuluh balik).
Sedangkan Anemia atau kurang darah adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.
Akibat dari anemia adalah transportasi sel darah merah akan terganggu dan jaringan tubuh si penderita anemia akan mengalami kekuranga oksigen guna mengahasilkan energi. Maka tidak mengeherankan jika gejala anemia ditunjukan dengan merasa cepat lelah, pucat, gelisah, dan terkadang sesak. Serta ditandai dengan warna pucat di beberapa bagian tubuh seperti lidah dan kelopak mata.
Penyebab umum dari anemia antara lain; kekurangan zat besi, pendarahan usus, pendarahan, genetik, kekurangan vitamin B12, kekuarangan asam folat, gangangguan sunsum tulang.
Gejala Anemia (Kurang Darah)
Berikut adalah beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Anda mengalami anemia, seperti dilansir Boldsky.
1. Kelopak Mata Pucat
Sangat mudah untuk mendeteksi anemia dengan melihat mata. Ketika Anda meregangkan kelopak mata dan memperhatikan bagian bawah mata. Anda akan melihat bahwa bagian dalam kelopak mata berwarna pucat.
2. Sering Kelelahan
Jika Anda merasa lelah sepanjang waktu selama satu bulan atau lebih, bisa jadi Anda memiliki jumlah sel darah merah yang rendah. Pasokan energi tubuh sangat bergantung pada oksidasi dan sel darah merah Semakin rendah sel darah merah, tingkat oksidasi dalam tubuh ikut berkurang.
3. Sering Mual
Mereka yang menderita anemia seringkali mengalami gejala morning sickness atau mual segera setelah mereka bangun dari tempat tidur.
4. Sakit kepala
Orang yang mengalami anemia sering mengeluh sakit kepala secara terus-menerus. Kekurangan darah merah membuat otak kekurangan oksigen. Hal ini sering menyebabkan sakit kepala.
5. Ujung Jari Pucat
Ketika Anda menekan ujung jari, daerah itu akan berubah jadi merah. Tetapi, jika Anda mengalami anemia, ujung jari Anda akan menjadi putih atau pucat.
6. Sesak napas
Jumlah darah yang rendah menurunkan tingkat oksigen dalam tubuh. Hal ini membuat penderita anemia sering merasa sesak napas atau sering terengah-engah ketika melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan.
7. Denyut Jantung Tidak Teratur
Palpitasi adalah istilah medis untuk denyut jantung tidak teratur, terlalu kuat atau memiliki kecepatan abnormal. Ketika tubuh mengalami kekurangan oksigen, denyut jantung meningkat. Hal ini menyebabkan jantung berdebar tidak teratur dan cepat.
8. Wajah Pucat
Jika Anda mengalami anemia, wajah Anda akan terlihat pucat. Kulit juga akan menjadi putih kekuningan.
9. Rambut rontok
Rambut rontok bisa menjadi gejala anemia. Ketika kulit kepala tidak mendapatkan makanan yang cukup dari tubuh, Anda akan mengalami penipisan rambut dengan cepat.
10. Menurunnya Kekebalan Tubuh
Ketika tubuh Anda memiliki energi yang sangat sedikit, kekebalan atau kemampuan tubuh untuk melawan penyakit ikut menurun. Anda akan mudah jatuh sakit atau kelelahan.
Penyebab & Faktor Risiko
Darah terdiri dari plasma dan sel. Ada tiga jenis sel darah:
1. Sel darah putih (leukosit). Sel darah ini berguna untuk melawan infeksi.
Platelets / keping darah. Sel darah ini membantu membekukan darah saat terluka.
Sel darah putih (eritrosit). Sel darah merah ini membawa oksigen dari paru-paru melalui aliran darah menuju otak dan organ serta jaringan lain.
2. Tubuh memerlukan suplai oksigen untuk berfungsi. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang merupakan protein yang kayak dengan zat besi yang memberikannya warna merah.
3. Banyak sel darah diproduksi oleh sumsum tulang belakang. Untuk dapat memproduksi sel darah merah dan hemoglobin, tubuh anda membutuhkan zat besi, mineral, protein dan vitamin lainnya dari makanan yang anda makan.
Penyebab Anemia (Kurang Darah)
Anemia terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu sedikit sel darah merah, kehilangan terlalu banyak sel darah merah atau mematikan sel darah merah lebih banyak daripada menggantinya. Beberapa jenis anemia dan penyebabnya adalah:
» Iron deficiency anemia
Penyebab anemia jenis ini adalah kekurangan zat besi di tubuh. Sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak akan memproduksi cukup hemoglobin untuk sel darah merah.
» Vitamin deficiency anemia
Sebagai tambahan dari zat besi, tubuh juga membutuhkan folat dan vitamin B-12 untuk menghasilkan cukup sel darah merah. Asupan makanan yang rendah zat tersebut dan nutrisi penting lain dapat menyebabkan penurunan produksi sel darah merah. Sebagai tambahan, beberapa orang tidak dapat dengan efektif menyerap vitamin B-12.
» Anemia of chronic disease
Penyakit kronis tertentu, contohnya kanker dan HIV/AIDS. Dapat mempengaruhi produksi sel darah merah, menghasilkan anemia kronis. Gagal ginjal juga dapat menyebabkan anemia.
» Aplastic anemia
Jenis ini sangat jarang terjadi dan merupakan kondisi yang mengancam jiwa. Ini disebabkan oleh berkurangnya kemampuan sumsum tulang belakang untuk menghasilkan ketiga jenis sel darah. Penyebabnya tidak diketahui.
» Anemias associated with bone marrow disease
Kondisi seperti leukemia dan myelodysplasia dapat menyebabkan anemia yang menyebabkan produksi darah di sumsum tulang belakang berkurang.
» Hemolytic anemias
Ini terjadi ketika sel darah merah hancur lebih cepat dan sumsum tulang belakang tidak mampu mengimbanginya dengan menghasilkan sel darah merah pengganti. Penyakit tertentu seperti gangguan pada darah dapat menjadi penyebab. Serta gangguan autoimun tubuh dapat menyebabkan tubuh menghasilkan antibodi terhadap sel darah merah sehingga menghancurkan sel darah merah.
» Sickle cell anemia
Jenis anemia ini disebabkan oleh kecacatan bentuk hemoglobin yang membuat sel darah merah terbentuk seperti sabit. Sel darah merah ini mati secara prematur dan menyebabkan kondisi kronis kurangnya sel darah merah.
» Anemia lain
Anemia jenis ini berbeda dari yang lain, antara lain thalassemia dan anemia yang disebabkan oleh kecacatan hemoglobin.
Faktor risiko terkena anemia
Beberapa faktor yang mungkin meningkatkan peluang terjadinya anemia antara lain:
• Rendahnya asupan gizi pada makanan.
• Gangguan kesehatan usus kecil atau operasi yang berkenaan dengan usus kecil.
• Menstruasi.
• Kehamilan.
• Kondisi kronis seperti kanker, gagal ginjal atau kegagalan hati.
• Faktor keturunan.
Infeksi tertentu seperti gangguan pada darah dan autoimun, terkena racun kimia, dan menggunakan beberapa obat yang berpengaruh pada produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia.
Risiko lain adalah diabetes, alkohol dan orang yang menjadi vegetarian ketat dan kurang asupan zat besi atau vitamin B-12 pada makanannya.
Pencegahan Penyakit Anemia
Banyak jenis anemia tidak dapat dicegah. Tapi anda dapat membantu menghindari iron deficiency anemia dan vitamin deficiency anemias dengan makanan sehat yang mengandung:
1. Zat besi
Dapat ditemukan pada daging. Jenis lain adalah kacang, sayuran berwana hijau gelap, buah yang dikeringkan, dan lain-lain.
2. Folat
Dapat ditemukan pada jeruk, pisang, sayuran berwarna hijau gelap, kacang-kavangan, sereal dan pasta.
3. Vitamin B-12
Vitamin ini banyak terdapat pada daging dan susu.
4. Vitamin C
Vitamin C membantu penyerapan zat besi. Makanan yang mengandung vitamin C antara lain jeruk, melon dan buah beri.
Makanan yang mengandung zat besi penting untuk mereka yang membutuhkan zat besi tinggi seperti pada anak-anak, wanita menstruasi dan wanita hamil. Zat besi yang cukup juga penting untuk bayi, vegetarian dan atlet.
Penyebab Penyakit Sariawan & Cara Mengatasinya
Sariawan merupakan salah satu lesi atau kelainan berbentuk ulser (borok) di dalam rongga mulut yang sering kali dan banyak dialami orang. Sariawan yang dikenal dengan istilah Aphthous Stomatitis atau Canker Sores bisa membuat orang menjadi pendiam dan tidak suka makan. Karena, walaupun lesi ini kecil namun bisa menimbulkan rasa perih atau sakit apabila teriritasi.
Lesi sariawan biasanya terdapat pada mukosa bibir, pipi, lidah, langit-langit lunak, dan dasar gusi. Penyebab sariawan masih belum jelas, namun banyak teori yang menyebutkan bahwa sariawan berhubungan dengan masalah kekebalan tubuh. Selain itu, beberapa jenis penyakit, kurang asupan nutrisi (khususnya zat besi dan vitamin B12), alergi, trauma (misalnya tergigit), stres, dan perubahan hormonal (siklus menstruasi) juga bisa memicu timbulnya sariawan.
Sariawan bisa muncul dalam ukuran yang kecil, besar, ataupun dalam jumlah yang banyak. Atau juga bisa muncul berulang kali atau istilahnya disebut rekuren. Sebelum terbentuk ulser, biasanya seseorang yang menderita sariawan akan merasakan perih seperti tertusuk ataupun terbakar pada daerah yang meradang. Baru setelah 2 atau 3 hari kemudian mulailah terbentuk lesi ulser pada daerah yang meradang tersebut.
Rasa sakit akibat sariawan yang berukuran kecil biasanya akan hilang antara 7-10 hari, dan lesi ini akan sembuh secara sempurna dalam waktu 1-2 minggu. Apabila ukuran sariawan cukup besar, biasanya butuh waktu mulai dari beberapa minggu sampai beberapa bulan untuk sembuh.
Hal yang perlu diperhatikan, apabila seseorang memiliki sariawan yang tidak kunjung sembuh dalam waktu 1 minggu, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter gigi untuk memeriksakan kondisi dari lesi ini. Karena ada beberapa penyakit lain yang lebih berbahaya yang bentuk kelainannya mirip dengan sariawan, termasuk penyakit berbahaya seperti kanker mulut. Jika memang benar lesi tersebut merupakan tanda adanya penyakit lain, tentunya perawatannya akan lebih baik jika dilakukan sedini mungkin sebelum kondisi nya bertambah parah.
• Perawatan Sariawan
Perawatan sariawan lebih terfokus kepada pengurangan gejala rasa sakitnya. Berkumur dengan air hangat dan makan makanan yang lunak dapat mengurangi rasa tidak nyaman akibat sariawan.
Beberapa obat yang dioleskan pada lesi juga bisa melindungi lesi dari iritasi, di antaranya obat-obatan orabase. Bila perlu, dokter gigi dapat meresepkan obat-obatan ini.
Berkumur dengan obat kumur yang bersifat antimikroba juga dapat dilakukan untuk menghindarkan lesi dari infeksi, sehingga proses penyembuhannya pun akan lebih cepat.
Untuk mempercepat masa penyembuhan sariawan juga dapat mengkonsumsi vitamin C yang berperan dalam perbaikan jaringan.
Untuk sariawan yang berukuran cukup besar, biasanya lesi diobati dengan cara mengaplikasikan obat-obatan steroid. Obat-obatan ini dapat mempercepat proses penyembuhan dan mencegah lesi agar tidak bertambah besar.
Lesi sariawan biasanya terdapat pada mukosa bibir, pipi, lidah, langit-langit lunak, dan dasar gusi. Penyebab sariawan masih belum jelas, namun banyak teori yang menyebutkan bahwa sariawan berhubungan dengan masalah kekebalan tubuh. Selain itu, beberapa jenis penyakit, kurang asupan nutrisi (khususnya zat besi dan vitamin B12), alergi, trauma (misalnya tergigit), stres, dan perubahan hormonal (siklus menstruasi) juga bisa memicu timbulnya sariawan.
Sariawan bisa muncul dalam ukuran yang kecil, besar, ataupun dalam jumlah yang banyak. Atau juga bisa muncul berulang kali atau istilahnya disebut rekuren. Sebelum terbentuk ulser, biasanya seseorang yang menderita sariawan akan merasakan perih seperti tertusuk ataupun terbakar pada daerah yang meradang. Baru setelah 2 atau 3 hari kemudian mulailah terbentuk lesi ulser pada daerah yang meradang tersebut.
Rasa sakit akibat sariawan yang berukuran kecil biasanya akan hilang antara 7-10 hari, dan lesi ini akan sembuh secara sempurna dalam waktu 1-2 minggu. Apabila ukuran sariawan cukup besar, biasanya butuh waktu mulai dari beberapa minggu sampai beberapa bulan untuk sembuh.
Hal yang perlu diperhatikan, apabila seseorang memiliki sariawan yang tidak kunjung sembuh dalam waktu 1 minggu, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter gigi untuk memeriksakan kondisi dari lesi ini. Karena ada beberapa penyakit lain yang lebih berbahaya yang bentuk kelainannya mirip dengan sariawan, termasuk penyakit berbahaya seperti kanker mulut. Jika memang benar lesi tersebut merupakan tanda adanya penyakit lain, tentunya perawatannya akan lebih baik jika dilakukan sedini mungkin sebelum kondisi nya bertambah parah.
• Perawatan Sariawan
Perawatan sariawan lebih terfokus kepada pengurangan gejala rasa sakitnya. Berkumur dengan air hangat dan makan makanan yang lunak dapat mengurangi rasa tidak nyaman akibat sariawan.
Beberapa obat yang dioleskan pada lesi juga bisa melindungi lesi dari iritasi, di antaranya obat-obatan orabase. Bila perlu, dokter gigi dapat meresepkan obat-obatan ini.
Berkumur dengan obat kumur yang bersifat antimikroba juga dapat dilakukan untuk menghindarkan lesi dari infeksi, sehingga proses penyembuhannya pun akan lebih cepat.
Untuk mempercepat masa penyembuhan sariawan juga dapat mengkonsumsi vitamin C yang berperan dalam perbaikan jaringan.
Untuk sariawan yang berukuran cukup besar, biasanya lesi diobati dengan cara mengaplikasikan obat-obatan steroid. Obat-obatan ini dapat mempercepat proses penyembuhan dan mencegah lesi agar tidak bertambah besar.
2 Cara Praktis Menentukan Sumber Air
Untuk membuat sumur, seorang penggali sumur harus dapat menentukan dimana letak sumber air tanah berada. Karena jika salah perhitungan maka penggalian akan sia-sia. Berikut ini ada 2 cara yang bisa dipakai untuk mencari sumber air tanah..
1. Menggunakan Daun Pisang
Caranya :
• Ambillah beberapa lembar daun pisang dan letakan pada beberapa titik yang akan di bor /gali pada jam 10 malam. Pagi harinya silahkan lihat embun yang menempel pada daun pisang tsb (pada bagian bawah daun). Semakin banyak embun yang menempel semakin banyak debit air bawah tanah tsb. Namun jika daunnya tetap kering berarti tidak ada sumber air di bawah daun tsb.
2. Menggunakan Garam
Caranya :
• Pada jam 8 malam letakkan 2 genggam garam dan tutup rapat dengan kaleng pada tempat yang akan digali / di bor. Pagi harinya silahkan lihat garam tersebut, jika habis atau tinggal sedikit berarti pada titik tersebut terdapat sumber air. Bila perlu letakkan garam dan kaleng tsb pada beberapa titik sekaligus dan lihatlah pada titik mana yang garamnya paling sedikit.
1. Menggunakan Daun Pisang
Caranya :
• Ambillah beberapa lembar daun pisang dan letakan pada beberapa titik yang akan di bor /gali pada jam 10 malam. Pagi harinya silahkan lihat embun yang menempel pada daun pisang tsb (pada bagian bawah daun). Semakin banyak embun yang menempel semakin banyak debit air bawah tanah tsb. Namun jika daunnya tetap kering berarti tidak ada sumber air di bawah daun tsb.
2. Menggunakan Garam
Caranya :
• Pada jam 8 malam letakkan 2 genggam garam dan tutup rapat dengan kaleng pada tempat yang akan digali / di bor. Pagi harinya silahkan lihat garam tersebut, jika habis atau tinggal sedikit berarti pada titik tersebut terdapat sumber air. Bila perlu letakkan garam dan kaleng tsb pada beberapa titik sekaligus dan lihatlah pada titik mana yang garamnya paling sedikit.
Proses Terbentuknya Pelangi
Tahukah anda proses terjadinya pelangi? Mengapa pada pelangi terlihat beberapa warna? Berikut ini penjelasannya…
Pelangi terbentuk karena pembiasan sinar matahari oleh tetesan air yang ada di atmosfir. Ketika sinar matahari melalui tetesan air, cahaya tersebut dibengkokkan sedemikian rupa sehingga membuat warna-warna yang ada pada cahaya tersebut terpisah. Tiap warna dibelokkan pada sudut yang berbeda, dan warna merah adalah warna yang paling terakhir dibengkokkan, sedangkan ungu adalah yang paling pertama.
Pelangi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah lengkungan warna spektrum di langit sebagai akibat adanya pembiasan sinar matahari oleh titik hujan atau embun. Semua warna yang dihasilkan oleh pelangi berawal dari cahaya matahari. Matahari itu sendiri memiliki beberapa warna yang disebut polikromatik. Cahaya yang dapat ditangkap jelas oleh mata manusia hanya ada tujuh warna yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu (mejikuhibiniu). Nah ke tujuh cahaya inilah yang di kenal sebagai cahaya tampak.
Pernah ada seseorang yang bertanya, mengapa warna merah letaknya selalu diatas sedangkan ungu letaknya di bawah pada pelangi? Ternyata, ini disebabkan karena cahaya merah pada pelangi adalah spektrum cahaya yang memiliki panjang gelombang paling panjang atau memiliki frekuensi paling rendah ketimbang spektrum cahaya lainnya pada pelangi. Sehingga pada pelangi warna merah selalu berada diatas dan sebaliknya warna ungu selalu di bawah hal ini tidak lain karena panjang gelombang pada cahaya ungu rendah atau memiliki frekuensi paling tinggi.
Keunikan pelangi adalah hanya dapat dilihat sesaat setelah hujan dan disertai cahaya matahari, biasanya terjadi di pagi maupun sore hari saat sudut antara matahari dan bumi masih rendah. Posisi pengamat juga menentukan ternyata, yaitu jika diantara hujan dan sinar matahari, dan sinar matahari berada di belakang si pengamat. Sehingga terjadi garis lurus antara matahari, pengamat, dan busur pelangi. Akibatnya terbentuklah pelangi dari hasil pembiasan dan posisi pengamat tadi.
Sumber :
Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan balai pustaka.
Pelangi terbentuk karena pembiasan sinar matahari oleh tetesan air yang ada di atmosfir. Ketika sinar matahari melalui tetesan air, cahaya tersebut dibengkokkan sedemikian rupa sehingga membuat warna-warna yang ada pada cahaya tersebut terpisah. Tiap warna dibelokkan pada sudut yang berbeda, dan warna merah adalah warna yang paling terakhir dibengkokkan, sedangkan ungu adalah yang paling pertama.
Pelangi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah lengkungan warna spektrum di langit sebagai akibat adanya pembiasan sinar matahari oleh titik hujan atau embun. Semua warna yang dihasilkan oleh pelangi berawal dari cahaya matahari. Matahari itu sendiri memiliki beberapa warna yang disebut polikromatik. Cahaya yang dapat ditangkap jelas oleh mata manusia hanya ada tujuh warna yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu (mejikuhibiniu). Nah ke tujuh cahaya inilah yang di kenal sebagai cahaya tampak.
Pernah ada seseorang yang bertanya, mengapa warna merah letaknya selalu diatas sedangkan ungu letaknya di bawah pada pelangi? Ternyata, ini disebabkan karena cahaya merah pada pelangi adalah spektrum cahaya yang memiliki panjang gelombang paling panjang atau memiliki frekuensi paling rendah ketimbang spektrum cahaya lainnya pada pelangi. Sehingga pada pelangi warna merah selalu berada diatas dan sebaliknya warna ungu selalu di bawah hal ini tidak lain karena panjang gelombang pada cahaya ungu rendah atau memiliki frekuensi paling tinggi.
Keunikan pelangi adalah hanya dapat dilihat sesaat setelah hujan dan disertai cahaya matahari, biasanya terjadi di pagi maupun sore hari saat sudut antara matahari dan bumi masih rendah. Posisi pengamat juga menentukan ternyata, yaitu jika diantara hujan dan sinar matahari, dan sinar matahari berada di belakang si pengamat. Sehingga terjadi garis lurus antara matahari, pengamat, dan busur pelangi. Akibatnya terbentuklah pelangi dari hasil pembiasan dan posisi pengamat tadi.
Sumber :
Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan balai pustaka.
Jumat, 04 Juli 2014
Tips mengatasi mulut bau ketika berpuasa
1. Minum air putih sebanyak 8-10 gelas selama kita berbuka dan saat sahur, sehingga bau mulut dapat dinetralisir dengan cepat. Air putih juga bermanfaat untuk meningkatkan produksi saliva ( air liur ) dalam mulut, sehingga dapat membantu menjaga kebersihannya.
2. Setelah berbuka dan sahur, gosoklah gigi secara menyeluruh termasuk bagian lidah. Jika kurang bersih dalam menyikat gigi dapat meninggalkan partikel makanan membusuk didalam mulut.
3. Selain air putih, minum teh hijau tanpa gula ketika berbuka puasa dan makan sahur. Hal ini karena teh hijau mengandung zat polyphenol yang dapat membantu membunuh bakteri pada mulut dan saluran pernafasan. Fungsi lain dari tanaman ini adalah mengurangi peradangan pada rongga mulut dan gangguan pernafasan yang disebabkan oleh adap rokok.
4. Kurangi makanan yang banyak mengandung gula untuk mencegak pengeroposan pada gigi. Hindari pula makanan yang dapat menghasilkan bau tak sedap pada mulut seperti petai, jengkol dan durian.
5. Hindari rokok karena merokok dalam kondisi tak berpuasa pun merupakan salah satu penyebab bau mulut yang tak sedap.
6. Hindari makanan yang mudah lengket pada gigi seperti cokelat, es krim, biskuit dan kue basah lainnya. Jika ingin tetap mengkonsumsi makanan tersebut segera berkumur atau dibersihkan agar makanan tersebut tidak menempel pada gigi dalam waktu yang sangat lama.
7. Untuk hasil lebih maksimal, gunakan juga obat kumur antiseptik. Anda juga dapat menggunakan benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan pada sela-sela gigi. Jangan lupa tinggalkan kebiasaan menggosok gigi sebelum tidur malam.
8. Berolahraga ringan secara teratur menjelang atau sesudah berbuka puasa juga bermanfaat. Olahraga dapat melepaskan zat-zat beracun dalam tubuh termasuk penyebab bau pada mulut. Hindari tidur yang terlalu lama karena hal ini akan memacu bau mulut yang tidak sedap juga.
9. Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak terjangkau dengan sikat gigi.
10. Segeralah konsultasikan dengan dokter gigi jika anda mengalami masalah pada gigi dan mulut seperti gigi berlubang, karang gigi, peradangan pada mulut dan sariawan.
2. Setelah berbuka dan sahur, gosoklah gigi secara menyeluruh termasuk bagian lidah. Jika kurang bersih dalam menyikat gigi dapat meninggalkan partikel makanan membusuk didalam mulut.
3. Selain air putih, minum teh hijau tanpa gula ketika berbuka puasa dan makan sahur. Hal ini karena teh hijau mengandung zat polyphenol yang dapat membantu membunuh bakteri pada mulut dan saluran pernafasan. Fungsi lain dari tanaman ini adalah mengurangi peradangan pada rongga mulut dan gangguan pernafasan yang disebabkan oleh adap rokok.
4. Kurangi makanan yang banyak mengandung gula untuk mencegak pengeroposan pada gigi. Hindari pula makanan yang dapat menghasilkan bau tak sedap pada mulut seperti petai, jengkol dan durian.
5. Hindari rokok karena merokok dalam kondisi tak berpuasa pun merupakan salah satu penyebab bau mulut yang tak sedap.
6. Hindari makanan yang mudah lengket pada gigi seperti cokelat, es krim, biskuit dan kue basah lainnya. Jika ingin tetap mengkonsumsi makanan tersebut segera berkumur atau dibersihkan agar makanan tersebut tidak menempel pada gigi dalam waktu yang sangat lama.
7. Untuk hasil lebih maksimal, gunakan juga obat kumur antiseptik. Anda juga dapat menggunakan benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan pada sela-sela gigi. Jangan lupa tinggalkan kebiasaan menggosok gigi sebelum tidur malam.
8. Berolahraga ringan secara teratur menjelang atau sesudah berbuka puasa juga bermanfaat. Olahraga dapat melepaskan zat-zat beracun dalam tubuh termasuk penyebab bau pada mulut. Hindari tidur yang terlalu lama karena hal ini akan memacu bau mulut yang tidak sedap juga.
9. Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak terjangkau dengan sikat gigi.
10. Segeralah konsultasikan dengan dokter gigi jika anda mengalami masalah pada gigi dan mulut seperti gigi berlubang, karang gigi, peradangan pada mulut dan sariawan.
Tips Mengatasi Cegukan
1. Minum air putih. Agar lebih manjur, minumnya harus sambil menunduk dan minum dari bibir gelas yang jauh dari kita; biasanya kita minum dari gelas dengan mulut kita ada di bibir gelas yang dekat kita. Kali ini, minumnya dari bibir gelas yang seberangnya, yang jauh dari kita.
2. Leher dongakkan sedikit kebelakang, kemudian masukkan gula pasir sesendok teh ke lidah kita, jangan ditelan. Telan air ludah yang terbentuk setelah gula ada di lidah. Setelah semua gula larut, minumlah setengah gelas air putih.
3. Usapkan es ke dagu dan minum beberapa tetes air es. Dilarang keras menelas es batu ketika cegukan, bisa salah masuk ke jalan napas dan dapat menyebabkan kondisi kritis.
Nah, bagaimana cara menghentikan cegukan ketika berpuasa? Mulailah dengan cara keempat dan seterusnya.
4. Tahan napas beberapa detik, sekitar 10 detik, kemudian bernapas biasa. Cara ini bisa diulang beberapa kali sampai cegukan berhenti. Kalau cara tersebut belum berhasil, Anda dapat mencoba tips kelima.
5. Tahan napas sewaktu mulut kita di kantong kertas, tahan selama 10 detik, kemudian napas beberapa kali lagi seperti biasa tanpa kantong kertas, kemudian tahan napas lagi di kantong kertas. Demikian, diulang beberapa kali.
6. Letakkan jari kita ke langit-langit, kemudian pijatlah dengan halus, langit-langit tersebut. Cara lain adalah letakkan lidah di antara dua bibir dan tutup mulut.
7. Kalau tidak menolong juga maka perlu segera ke dokter spesialis THT, khususnya kalau ada yang sedang praktik di rumah sakit. Anda juga bisa ke IGD rumah sakit terdekat untuk meminta pertolongan. Dokter akan membuatkan resep anticegukan, antara lain, chlorpromazine atau metoclopramide.
Pada kondisi cegukan yang amat berat, dokter kadang menyarankan suntikan obat
anestetik untuk memblok saraf diafragma..
2. Leher dongakkan sedikit kebelakang, kemudian masukkan gula pasir sesendok teh ke lidah kita, jangan ditelan. Telan air ludah yang terbentuk setelah gula ada di lidah. Setelah semua gula larut, minumlah setengah gelas air putih.
3. Usapkan es ke dagu dan minum beberapa tetes air es. Dilarang keras menelas es batu ketika cegukan, bisa salah masuk ke jalan napas dan dapat menyebabkan kondisi kritis.
Nah, bagaimana cara menghentikan cegukan ketika berpuasa? Mulailah dengan cara keempat dan seterusnya.
4. Tahan napas beberapa detik, sekitar 10 detik, kemudian bernapas biasa. Cara ini bisa diulang beberapa kali sampai cegukan berhenti. Kalau cara tersebut belum berhasil, Anda dapat mencoba tips kelima.
5. Tahan napas sewaktu mulut kita di kantong kertas, tahan selama 10 detik, kemudian napas beberapa kali lagi seperti biasa tanpa kantong kertas, kemudian tahan napas lagi di kantong kertas. Demikian, diulang beberapa kali.
6. Letakkan jari kita ke langit-langit, kemudian pijatlah dengan halus, langit-langit tersebut. Cara lain adalah letakkan lidah di antara dua bibir dan tutup mulut.
7. Kalau tidak menolong juga maka perlu segera ke dokter spesialis THT, khususnya kalau ada yang sedang praktik di rumah sakit. Anda juga bisa ke IGD rumah sakit terdekat untuk meminta pertolongan. Dokter akan membuatkan resep anticegukan, antara lain, chlorpromazine atau metoclopramide.
Pada kondisi cegukan yang amat berat, dokter kadang menyarankan suntikan obat
anestetik untuk memblok saraf diafragma..
Langganan:
Komentar (Atom)